
Panduan
Mengukur lingkar kepala dengan benar
Ukuran helm yang tepat dimulai dari satu angka. Begini cara mengukurnya sendiri di rumah, dan kenapa angka itu saja tidak cukup.
Kebanyakan orang membeli helm dengan cara mencobanya sebentar di toko, merasa "kayaknya pas", lalu pulang. Beberapa bulan kemudian helm itu terasa longgar, berputar saat menengok, atau justru menekan satu titik di dahi sampai pusing.
Masalahnya hampir selalu sama: tidak pernah diukur.
Yang Anda butuhkan
Satu meteran kain — jenis yang dipakai penjahit. Kalau tidak ada, pakai seutas tali atau kabel charger, lingkarkan di kepala, tandai dengan jari, lalu ukur panjangnya dengan penggaris.
Cara mengukur
- Berdiri atau duduk tegak di depan cermin.
- Lingkarkan meteran mengelilingi kepala pada bagian terlebar: sekitar 2 cm di atas alis, lewat tepat di atas telinga, dan melewati tonjolan paling belakang kepala.
- Tarik pas badan — tidak longgar, tapi juga tidak sampai menekan kulit.
- Baca angkanya dalam sentimeter.
- Ulangi dua sampai tiga kali. Kalau hasilnya berbeda, ambil yang paling sering muncul.
Kalau rambut Anda tebal atau biasa diikat saat berkendara, ukur dalam kondisi seperti itu — bukan setelah keramas dan rambut tergerai.
Dari angka ke ukuran
Secara umum: 55–56 cm masuk S, 57–58 cm masuk M, 59–60 cm masuk L, dan 61–62 cm masuk XL. M dan L adalah dua ukuran yang paling banyak dipakai di Indonesia.
Tapi berhati-hatilah dengan tabel semacam ini. Setiap model punya bentuk shell dan ketebalan busa yang berbeda. Ukuran M pada satu model bisa terasa lebih sempit daripada M pada model lain. Tabel hanya memberi tahu Anda ukuran mana yang pertama kali dicoba.
Empat tanda helm yang benar-benar pas
- Tekanan merata. Rapat di seluruh sisi, tanpa titik yang menusuk.
- Kulit ikut bergerak. Gelengkan kepala — kulit dahi ikut tertarik bersama busa. Kalau helm berputar sendiri sementara kepala diam, kebesaran.
- Tidak terguling. Dengan tali terpasang, dorong helm dari belakang ke arah depan. Helm tidak boleh lepas.
- Pipi tersangga. Bantalan pipi menyentuh, bukan menggantung.
Satu hal yang sering salah dipahami
Helm baru memang terasa agak ketat, dan busa akan sedikit menyesuaikan setelah beberapa kali pemakaian. Tapi yang menyesuaikan hanya busanya — bentuk shell tidak berubah. Kalau sejak awal ada satu titik yang terasa sakit, itu bukan sesuatu yang akan hilang sendiri.
Dan untuk helm anak: jangan membeli yang kebesaran supaya "awet dipakai". Helm longgar tidak bekerja sebagaimana mestinya, dan anak yang merasa helmnya mengganggu akan menolak memakainya.
Baca juga
