Perawatan

Merawat visor dan busa interior

Visor buram dan busa yang berbau bukan soal usia helm, melainkan soal kebiasaan. Enam hal sederhana yang membuat helm bertahan jauh lebih lama.

Helm adalah satu-satunya perlengkapan berkendara yang bersentuhan langsung dengan kulit kepala setiap hari, berjam-jam, dalam cuaca Indonesia. Wajar kalau cepat kotor. Yang tidak wajar adalah membiarkannya.

1. Visor: air bersih, kain lembut, tanpa alkohol

Visor bening terbuat dari plastik yang mudah tergores dan mudah rusak oleh pelarut. Bersihkan dengan air bersih dan kain mikrofiber. Untuk kotoran membandel — serangga, getah, debu jalanan — rendam dulu dengan kain basah selama beberapa menit supaya melunak, baru diseka.

Hindari: tisu kering, kain lap kasar, cairan pembersih kaca beralkohol, dan bensin. Semuanya akan membuat visor buram permanen. Buram pada visor bukan masalah tampilan saja — di malam hari, goresan halus membuat lampu kendaraan lain pecah menjadi silau.

2. Jangan pernah menyeka visor saat kering

Ini penyebab goresan nomor satu. Debu yang menempel bersifat abrasif; menyekanya tanpa air sama dengan mengamplas. Basahi dulu, selalu.

3. Busa interior: angin-anginkan setiap hari

Setelah dipakai, letakkan helm terbalik atau menghadap samping di tempat yang berangin — bukan di dalam tas, bukan di bagasi motor. Keringat yang terperangkap semalaman adalah awal dari bau yang sulit hilang.

Untuk pencucian: busa yang bisa dilepas dicuci dengan sampo bayi atau sabun lembut, dibilas sampai bersih, lalu dikeringkan di tempat teduh berangin. Busa yang menyatu dengan shell cukup diseka dengan kain lembap dan dikeringanginkan.

4. Jangan dijemur di bawah matahari langsung

Panas matahari langsung mempercepat penuaan bahan shell dan membuat lem interior melemah. Keringkan di tempat teduh yang berangin, meski butuh lebih lama.

5. Jangan digantung di spion

Kebiasaan yang hampir semua orang lakukan. Gantungan spion menekan satu titik pada busa interior terus-menerus sampai penyok, dan helm yang terpanggang di parkiran terbuka mengalami siklus panas-dingin yang tidak perlu. Bawa, atau simpan di bagasi.

6. Ganti setelah benturan keras

Ini yang paling sering diabaikan. Lapisan peredam di dalam helm dirancang untuk menyerap energi satu kali dengan cara memampat. Setelah itu kemampuannya berkurang, meskipun dari luar helm terlihat baik-baik saja dan tidak retak.

Kalau helm Anda pernah terjatuh keras dari ketinggian atau ikut dalam benturan, pertimbangkan menggantinya. Helm yang terlihat utuh belum tentu masih bekerja.

Butuh bantuan memilih? Sebutkan lingkar kepala dan motor Anda lewat email, atau jelajahi katalog untuk melihat seluruh model.

Baca juga

Artikel lainnya